Kadang aku berfikir, kenapa aku suka melamun? Kenapa aku tidak bisa bersikap seperti mereka, yang begitu bebas, yang begitu lepas, tanpa ada beban yang mereka bawa. Terkadang aku juga tak bisa bayangkan, apa jadinya bila sifat ini terus-terusan aku pertahankan. Padahal untuk berubah itu membutuhkan proses yang tidaklah sebentar. Butuh waktu untuk berubah.
Sekarang aku bisa merasakan perubahan yang menakjubkan dalam diriku, setelah aku masuk ke dunia kampus. Namun sayang, perubahan yang aku rasakan ini bukanlah perubahan yang membawa ku ke arah yang lebih baik. Mungkin semua orang tak akan pernah menyangka, di balik semua sikap diam ku, tersimpan sejuta rahasia yang bahkan aku pun sendiri tak bisa mempercayai itu semua. Aku sekarang berubah.
Aku tak ingat kapan dan mengapa aku bisa berubah sedrastis seperti saat sekarang ini. Yang aku ketahui secara pasti, CINTA lah yang buat aku bagai hidup tak berarah lagi. CINTA pula yang buat aku tak bisa lagi merasakan kebahagian seperti orang lain rasakan. Mereka bisa tertawa lepas, dan sepertinya tak ada sedikit pun beban yang mereka rasakan.
Kenapa harus aku? Aku selalu saja bertanya-tanya dalam hati. Ingin sekali rasanya hati ini menceritakan kepada semua manusia yang ku temui! Ingin aku menanyakan apa ada yang salah dengan diri ku ini?
Cinta… Lagi-lagi cinta. Kenapa harus ada cinta? Selama ini cinta selalu saja buat hati ini terluka. Cinta selalu saja membuat aku harus melakukan hal-hal bodoh yang seharusnya tak kulakukan. Aku tak habis fikir, mengapa cinta itu begitu kejam kepada ku? Apa ini adalah hukum karma? Hukum karma karena aku dulu pernah bermain-main dengan cinta? Sejujurnya, cinta yang aku rasakan dari dulu sampai saat ini, hanyalah cinta semu, yang yang sesaat datang, berikan sedikit kebahagian dan berakhir dengan luka yang mungkin seumur hidup akan selalu terasa perihnya.
Cinta… parah juga aku ini di buatnya. Berasa tak lagi di butuhkan di dunia ini lagi….