Feeds:
Posts
Comments

judulnya terlihat sangat sadis dan hiperbola seh! tapi emang rasanya ya kayak gitu, coba deh km rasain…!!!

Jujur aku ngrasa bersalah, semua yang aku lakuin smua itu salah besar, dan wajar aja kamu marah dan (mungkin) benci sama aku. Bukannya nyelesein masalah, malah aku tinggal tidur. Tambah lagi deh masalah, dan sampai sekarang yg masih pengen aku tau, status terakhir yg kamu buat di BBM ku itu tentang masalah apa aku juga blm ngerti. atau akunya yg emang dasar gak peka???!!!

 

okey, sepertinya kamu bener-bener ngambek sama akau, dari semalam ketika aku pulang, sampai seharian kamu gak aktifin hape kamu. Kontak BBM aku pun kamu delcon. (kejam!). Okey, gak masalah, masih ada FB, buat aku komunikasi sama kamu. Dan ternyata, aku message kamu di fb pun… no respon!

 

Disaat aku mulai putus asa, tiba-tiba ada 1 inbox di fb ku, dan trnyata emang dari kamu. Tapi, isi pesannya badnews, ternyata kamu emang marah besar sama aku, dan gak mau ketemu sama aku sampai kamu selesai puasa syawal. Entah harus menerima permintaan kamu atau mengabaikan, tapi rasanya pengen banget ktemu, buat nyelesein semua masalah ini. Aku tau, aku sadar ini semua salah aku, sudah aku tanyakan ke semua wanita, dan ternyata mereka semua sependapat sama kamu. Dan disaat aku ingin kita bertemu, aku mesti harus menunggu sampai minggu depan. ok, kalaupun harus disuruh menunggu seminggu atau (mungkin) sebulan pun akau masih mampu, tetapi 1 hari saja tanpa kabar dari kamu? rasanya aneh. rasanya hampa. galau, pikiran jadi macem-macem, campur aduk.

 

udah cukup kamu buat aku kayak gini. kamu sadar gak seh sebenarnya kamu udah nyiksa aku?

Advertisements

sesal ku lakukan,
mengingat kejadian kemarin,
andai ku bisa menjaga hati,
tak mungkin semua terjadi,

mungkin kau mengerti,
kuharap kau sadari,
inilah aku…

aku yang seutuhnya,
aku hanya manusia biasa,
tak lebih dari sosok yang hina,
tak pantas untuk kau puja,
dan kau cinta,

maafkan aku,
aku janji …
hal itu tak akan pernah terjadi lagi,
kan ku jadikan itu yang terakhir,

aku malu, malu sekali,
sesal itu selalu saja datang,,
membayangi setiap pikiran ku,

cinta itu semu

cinta itu semu

cinta itu semu,
tak bisa ku sentuh,

cinta itu semu,
tak bisa ku rasa,

cinta itu semu,
tak bisa ku mengerti,

cinta itu semu,
tak seindah yang ku bayangkan.

Summary by:PanicSurfer
Ada pepatah keren yang menyebutkan “Diam Itu Emas”. Tepat sekali. Dalam kehidupan kita, mungkin banyak yang sudah mengetahui peribahasa ini. Beruntung kepada setiap orang yang memahami dan mempercayainya. Karena saya sendiri telah membuktikan. Lantas jika kita sudah mengetahui diam itu emas, apakah kita tidak akan sangat menginginkannya? Bukankah emas barang mahal? Mari kita selidiki apa saja emas-emas yang terkandung dalam ‘diam’.
Ngirit Masalah
Maksud ngirit masalah adalah saat kita memutuskan untuk diam, kemungkinan timbulnya masalah atau pertikaian karena salah bicara jadi berkurang. Tidak ada salah paham, tidak menyakiti perasaan karena kata-kata, tidak ada masalah.
Ngirit Dosa
Jika tidak ada masalah, maka tidak ada dosa yang bisa menambah. Dan tidak ada masalah karena kita bersikap diam tidak banyak bicara. Dosa yang timbul dari perkataan sangat tidak kentara, jika kita tidak begitu tahu apa yang kita bicarakan maka diam adalah jalan keluar terbaik.
Hati Yang Terjaga
Karena sifat diam yang akan membuat seseorang menjadi lebih tenang sehingga ia bisa mengontrol hati dari hal-hal yang tidak baik. Hati kita akan lebih menghindari sifat-sifat tercela seperti ujub, riya’, takabur, dan penyakit hati lainnya. Hati yang terlatih ini akan lebih banyak berzikir dan berdoa sehingga kita terhindar dari mati hati.
Membuat Alam Pikiran Lebih Bijak
Ketika kita diam, kita bisa menjadi pendengar yang baik dan memiliki kepekaan lebih kepada orang lain. Maka apa-apa yang kita pikirkan nantinya bermanfaat. Saat menghadapi masalah kita menjadi lebih cermat dan memutuskan jalan keluar dengan bijaksana.
Memunculkan Hikmah
Seseorang yang banyak terlatih untuk diam memiliki tanda di dalam wajahnya. Wajah cemerlang dan ceria yang tulus karena kepintarannya menata hati. Orang-orang yang mendekatnya akan merasakan cahaya hati yang nyaman darinya. Allah sendiri yang menurunkan karunia ini. Karena sifat tidak banyak bicara yang ia lakukan bertujuan untuk membersihkan diri.
Berwibawa
Diam sangat berpengaruh pada perangi kita di mata masyarakat. Kepribadian diri akan terlihat lebih disegani dan dihargai. diam memunculkan kewibawaan tersendiri yang berdampak positif bagi perilaku masyarakat terhadap kita. Kehormatan dan harga diri dapat kita jaga dengan bersikap diam.
Kesimpulannya: diam adalah menahan diri dari perkataan dan perbuatan sia-sia yang tidak mendatangkan manfaat sedikitpun. Diam bukan berarti membiarkan sesuatu, tetapi lebih pada bagaimana mengarahkan pembicaraan dan sikap yang lebih berguna dan bermakna. Tetap berpegang teguh pada percakapan tulus, cermat, pada kondisi yang tepat.
Semoga Berhasil!

Emas-Emas Yang Terkandung Dalam ‘Diam’ Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/exact-sciences/1914077-emas-emas-yang-terkandung-dalam/

Milikilah Sifat diam

“Hendaknya kamu itu senantiasa dan memilihara sifat diam, kecuali dari kebaikan. Karena sesungguhnya hal tersebut akan menjadikan syaithon itu menjauh darimu, dan akan menjadi suatu penolong bagimu dari urusan agamamu”


Barang siapa yang banyak ketawa — maka akan sedikit sekali wibawanya
Barang siapa yang suka sendagurau — maka akan dianggap remeh
Barang siapa yang memperbanyak dari sesuatu — maka akan diketahui jatidirinya
Barang siapa yang banyak ucapannya — maka dia akan banyak jatuhnya
Barang siapa yang dia banyak terjatuhnya (dari kesalahan) — maka akan sedikit sekali rasa malunya
Barang siapa yang dia sedikit rasa malunya — maka wara’ (sikap hati-hatinya) sedikit
Barang siapa yang sedikit sekali rasa hati-hatinya — maka akan mati hatinya

Sesungguhnya Diam itu termasuk dari pada Hikmah, dan sedikit sekali dari kita untuk mengambil pelajaran dari Hikmah Diam.

Allahu Musta’an

Hidupku yang Menjemukan

Kadang aku berfikir, kenapa aku suka melamun? Kenapa aku tidak bisa bersikap seperti mereka, yang begitu bebas, yang begitu lepas, tanpa ada beban yang mereka bawa. Terkadang aku juga tak bisa bayangkan, apa jadinya bila sifat ini terus-terusan aku pertahankan. Padahal untuk berubah itu membutuhkan proses yang tidaklah sebentar. Butuh waktu untuk berubah.

Sekarang aku bisa merasakan perubahan yang menakjubkan dalam diriku, setelah aku masuk ke dunia kampus. Namun sayang, perubahan yang aku rasakan ini bukanlah perubahan yang membawa ku ke arah yang lebih baik. Mungkin semua orang tak akan pernah menyangka, di balik semua sikap diam ku, tersimpan sejuta  rahasia yang bahkan aku pun sendiri tak bisa mempercayai itu semua. Aku sekarang berubah.

Aku tak ingat kapan dan mengapa aku bisa berubah sedrastis seperti saat sekarang ini. Yang aku ketahui secara pasti, CINTA lah yang buat aku bagai hidup tak berarah lagi. CINTA pula yang buat aku tak bisa lagi merasakan kebahagian seperti orang lain rasakan. Mereka bisa tertawa lepas, dan sepertinya tak ada sedikit pun beban yang mereka rasakan.

Kenapa harus aku? Aku selalu saja bertanya-tanya dalam hati. Ingin sekali rasanya hati ini menceritakan kepada semua manusia yang ku temui! Ingin aku menanyakan apa ada yang salah dengan diri ku ini?

Cinta… Lagi-lagi cinta. Kenapa harus ada cinta? Selama ini cinta selalu saja buat hati ini terluka. Cinta selalu saja membuat aku harus melakukan hal-hal bodoh yang seharusnya tak kulakukan. Aku tak habis fikir, mengapa cinta itu begitu kejam kepada ku? Apa ini adalah hukum karma? Hukum karma¬† karena aku dulu pernah bermain-main dengan cinta? Sejujurnya, cinta yang aku rasakan dari dulu sampai saat ini, hanyalah cinta semu, yang yang sesaat datang, berikan sedikit kebahagian dan berakhir dengan luka yang mungkin seumur hidup akan selalu terasa perihnya.

Cinta… parah juga aku ini di buatnya. Berasa tak lagi di butuhkan di dunia ini lagi….

Kesepian (lagi)…

Untuk kesekian kali aku merasakan ini.